| DOK.ISTIMEWA |
Oleh: Gais Ahmad
ROZAQ sedang berlatih
pedang bersama kawan-kawannya. Thoruk yang mengajari mereka. Thoruk adalah
Seorang pemuda gagah perkasa yang pernah mengikuti perang melawan Pasukan Salib
di Arsuf beberapa waktu yang lalu. Untuk itulah ia dipercayai oleh Sultan Al Malik
Al Sholeh sebagai pelatih pedang.
Roqib adalah murid yang
paling merasa kesulitan memainkan pedang karena ia baru saja mengikuti latihan
dan itu pun sering teganggu oleh kegiatan memeras susu unta milik ayahnya di
rumah. Sehingga terkadang hal itu menjadi bahan sindiran kawan-kawannya. Namun
ia tidak mempeduli-kan sindiran-sindiran tersebut karena ia memang merasa
menjadi anak yang paling bodoh.
Pada suatu malam, Roqib
melaksanakan sholat tahajud di mushola rumahnya. Air matanya membasahi pipi. Ia
hanya bisa meminta dan memohon kepada yang maha kuasa atas semua kesedihan yang
sedang ia alami. Hal yang paling membuatnya sedih adalah mengapa harus dirinya
yang paling bodoh memainkan pedang? Sehingga terkadang ia berfikir apa gunanya
ia berlatih pedang selama ini . tapi mungkin berkat ilham dan hidayah dari
Allah, ia bangkit dari sajadahnya kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil
pedang.